155 tahun Selma Lagerlöf

Selma Ottilia Lovisa Lagerlöf (Swedish: [ˈsɛlˈma ˈlɑːɡərˈløːv]) ; 20 November 1858 – 16 March 1940) was a Swedish author. She was the first female writer to win the Nobel Prize in Literature, and most widely known for her children’s book Nils Holgerssons underbara resa genom Sverige (The Wonderful Adventures of Nils).

Born at Mårbacka (now in Sunne Municipality) an estate in Värmland in western Sweden, Lagerlöf was the daughter of Lieutenant Erik Gustaf Lagerlöf and Louise Lagerlöf née Wallroth. The couple’s fifth child out of six. She was born with a hip injury. An early sickness left her lame in both legs, although she later recovered. She was a quiet child, more serious than others her age, with a deep love of reading. The sale of Mårbacka following her father’s illness in 1884 had a serious impact on her development.

Selma Ottilia Lovisa Lagerlöf (lahir 20 November 1858, meninggal 16 Maret 1940) adalah penulis Swedia, terkenal atas buku kanak-kanaknya Nils Holgerssons underbara resa genom Sverige. Ia meraih Penghargaan Nobel dalam Sastra pada 1909. Sebagian besar ceritanya berlatar di Värmland, meskipun sebuah perjalanan melalui benua Eropa mengilhami karya seperti Antikrists mirakler. Pada 1996 Jerusalem diadaptasi ke gambar bergerak yang diakui secara internasional. Sejak 1991 ia telah digambarkan di keping 20 krona.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Selma_Lagerl%C3%B6f

http://id.wikipedia.org/wiki/Selma_Lagerl%C3%B6f

Hagia Sophia, Turkey

Ramadhan datang alam pun riang menyambut bulan yang berkah
Umat berdendang kumandang azan pertanda hati yang senang
Hati yang gembira penuh suka cita

Sebulan kita kan berpuasa melawan lapar dahaga
Kalahkan nafsu rayuan syetan menjadi insan yang taqwa
Hati bergembira penuh suka cita

Tarawih dan tadarus, bersujud di tengah malam
Berzikir dan berdo’a menyebut asmaMu ALLAH
Dan tak lupa berzakat sempurnakan kewajiban
Mensucikan jiwa sebagai insan yang fitri

Tompi – Ramadhan Datang

Hujan senja ini menyertai kedatangan 1 Ramadhan 1434 Hijriah.

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar…

Lirik lagu Tompi di atas menyiratkan kegembiraan dan kebahagiaan Ummat Nabi Besar Muhammad SAW atas datangnya bulan suci Ramadhan.

Saya mewakili keluarga mengucapkan mohon maaf dan mohon ampun kepada seluruh kerabat, sahabat, teman-teman semuanya baik di dunia nyata maupun di dunia maya apabila ada tulisan perkataan dan perbuatan yang tidak berkenan di hati rekan-rekan semuanya. Mari saling memaafkan agar tidak menghalangi ibadah kita selama Ramadhan ini dan hari-hari selanjutnya. Semoga Allah SWT memberikan ampunan terhadap dosa-dosa kita yang sudah amat sangat banyak ini dan keberkahan pada setiap kesucian ibadah kita…aamiin yaa rabbal ‘aalaamiin.

Barabai, 1 Ramadhan 1434 Hijriah

Ribuan honorer kategori satu (K1) yang sudah dinyatakan memenuhi kriteria (MK) dan telah lolos quality assurance (QA) oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) gagal mendapatkan nomor induk pegawai (NIP).

Pasalnya, setelah Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan pemeriksaan seluruh berkasnya, ditemukan banyak dokumen palsu.

PusatPengumumanCPNS.Com: Dokumen Palsu, Ribuan Honorer K1 Gagal dapat NIP.

Oleh: wahyu1507 | 16 Mei 2013

Penolakan Bukan Akhir Segalanya

Sebuah penolakan adalah tidak lebih dari sebuah langkah yang diperlukan dalam meraih sukses – Bo Bennett
Dear temanku yang setia dan teguh hatinya,
Jika Anda sedang menghadapi penolakan: lamaran pekerjaan yang ditolak, cinta yang ditolak, ide yang ditolak, bacalah dulu kisah singkat orang-orang di bawah ini.
Orang-orang ini membuktikan, penolakan hanyalah bagian dari sebuah perjalanan kesuksesan:
* Ide mesin fotokopi Xerox pernah ditolak oleh 20 perusahaan. Baru setelah 7 tahun penolakan itu, mesin fotokopi ini bisa diterima.

Fuji Xerox Building
Selanjutnya…

Oleh: wahyu1507 | 16 Desember 2012

Memaknai Arti Kehilangan

Fatma Bousnina

Ada seorang perempuan yang merasa sangat kehilangan saat ditinggal mati suami yang sangat dicintainya.

Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia memutuskan untuk mengawetkan mayat suaminya dan meletakkannya di dalam kamar.

Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu merasa dengan kematian suaminya, maka tidak ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya.

Lanjutkan membaca…

Oleh: wahyu1507 | 2 Desember 2012

At least three dead after Japan tunnel collapse: TV

Police officers and firefighters gather in front of the Sasago Tunnel on the Chuo Expressway in Otsuki, Yamanashi prefecture, in this photo taken by Kyodo December 2, 2012. REUTERS/Kyodo

Police officers and firefighters gather in front of the Sasago Tunnel on the Chuo Expressway in Otsuki, Yamanashi prefecture, in this photo taken by Kyodo December 2, 2012. REUTERS/Kyodo

TOKYO (Reuters) – A tunnel on a major highway in central Japancollapsed on Sunday, killing at least three people and starting a blaze, Japanese media reported.

Attempts to rescue those still trapped inside the smashed tunnel, which began spewing smoke after concrete ceiling panels fell onto the road, have been interrupted for fear they might trigger another collapse.

Three bodies have been found so far, television networks Fuji and Asahi said.

The fire service earlier said at least seven people were unaccounted for in the 4.7 km (2.8-mile) tunnel in Yamanashi prefecture, about 80 km (50 miles) west of Tokyo on the Chou Expressway, a main road connecting the capital to western Japan.

Continue read…

 

Oleh: wahyu1507 | 9 November 2012

Mendengar Pada Suami, Membawa Berkah

Anne-Ahira-internet-marketer

Selama pernikahan dia tidak pernah bilang ‘malas nyetir’ untuk saya, apalagi dia tahu saya sudah siap-siap. Bayangkan saya sudah gaya-gaya, pakai sepatu, ambil tas, dll. Tiba-tiba dia malas pergi.

Saya punya 2 pilihan, mau ngomel atau nurut saja? Akhirnya saya pilih nurut saja. Saya bilang “That’s okay honey, we’ll do it some other time”. Selanjutnya…

Oleh: wahyu1507 | 31 Desember 2011

2011 au revoir

Tahun Penuh Perjuangan…
Bisa juga dibilang begitu, untuk tahun 2011. Mulai dari kucing jantan yang kencing sembarangan sampai politikus di gedung DPR yang juga ikut-ikutan kucing jantan “kencing sembarangan”.
“Bukan main…!” kata salah satu teman blogger (Kodoy)
Karena kelamaan nunggu loading halaman (maklum, pakai modem bekas keluaran tahun 2008 dan layanan operator yang kata anak-anak sekarang tuh lelet…) sehingga beberapa ide tulisan lenyap begitu saja disapu asap rokok.
Kembali ke sampul halaman….
Tahun 2011 memang banyak diwarnai accidents and actions, mulai dari bidang olahraga sampai gerakan rakyat di Indonesia.
Tapi masalah utamanya bukan pada bagaimana kita memperbaiki masalah yang sudah mulai amburadul dalam perjalanan kehidupan kita, tapi lebih pada arah bagaimana kita merubah pola pikir kita agar arahnya selalu positif tidak hanya bagi diri tapi juga bagi orang-orang yang terus-menerus berinteraksi dengan keseharian kita. Bagaimana cara kita agar lebih open-minded, mengatasi masalah tanpa masalah, bukannya mengatasi masalah dengan anarkis, mengatasi masalah selalu dengan kekerasan, mengatasi masalah selalu dengan merusak (memecahkan gelas, piring, perabotan, dll *red). Belajar menjadi bijak mengambil keputusan dalam berbagai masalah memang tidak mudah, tapi bukan pula hal yang mustahil.
Belajarlah menggunakan kata-kata yang lemah lembut agar hati kita juga ikut lembut.
Selamat Jalan 2011.

Oleh: wahyu1507 | 11 November 2010

Obama dan Pidato Depok

“Selamat pagi, assalamualaikum, salam sejahtera” ujar Obama membuka pidatonya. Tepuk tangan pun bergema panjang karena ucapan salam dalam bahasa Indonesia itu. Obama seakan ingin membunuh jarak antara dia dengan para hadirin, dan juga rakyat Indonesia yang menyaksikan pidato itu dari televisi.

Di depan sekitar 7.500 undangan, dan penjagaan super ketat, pidato Obama memukau publik yang hadir.

Sejumlah tokoh Indonesia hadir menyimak pidato Obama, antara lain mantan Presiden BJ Habibie, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar.

Selain itu tampak pula tokoh pengusaha seperti Hary Tanoesoedibjo, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, dan Adhyaksa Dault. Terlihat juga teman-teman Obama saat bersekolah di SD Asisi, Menteng Dalam.

Pada pidato itu, setidaknya Barack Obama menyebutkan tiga hal yang menjadi perhatian selama kunjungannya ke Indonesia. Tiga hal itu adalah pembangunan, demokrasi, dan keyakinan beragama. “Indonesia dan Amerika saling bergantung. Contohnya adalah peningkatan ekonomi di kalangan menengah berarti juga pasar baru bagi ekspor AS,” ujar Obama.

Dalam soal pembangunan, Obama menyebutkan Indonesia dan Amerika memiliki hubungan yang kuat dan bergantung satu sama lain.  Indonesia juga dinilai berperan besar dalam peningkatan ekonomi global.

Menurut Obama, Indonesia sebagai negara anggota G20 memiliki tanggung jawab dalam keseimbangan perekonomian dunia. “Indonesia harus memimpin dalam perekonomian global serta menerapkan transparansi,” ujarnya lagi.

Dalam soal demokrasi, Obama mengaku takjub dengan perubahan yang terjadi selama dia meninggalkan Indonesia. Dia menceritakan kenangannya di tahun 1967 dimana rakyat Indonesia diliputi ketakutan dalam menyuarakan aspirasinya. “Dalam beberapa tahun ini, Indonesia telah menjadi negara demokratis. Hal ini dapat dilihat dari pemilihan presiden dan legislatif serta masyarakat sipil yang dinamis,” ujar Obama.

Indonesia dinilai juga merupakan negara dengan toleransi beragama yang tinggi. Dia mencontohkan masjid dan gereja yang dibangun berdampingan. Sebelum ke Universitas Indonesia, Obama sempat mengunjungi Masjid Istiqlal, sebagai bukti niatnya serius berdialog dengan dunia Muslim.

Tindakan itu tampaknya konsisten dengan pidato yang disampaikannya di Kairo, yang dikenal sebagai “Cairo Speech” saat Obama mengunjungi Mesir beberapa waktu lalu. “Pidato Depok” di Universitas Indonesia, juga menegaskan kembali sikap Obama, “yang tak pernah menjadikan Islam sebagai musuh”.

Mantan Presiden BJ Habibie menilai pidato Obama lebih banyak menyinggung sumber daya manusia (SDM). Bahkan Habibie menilai Obama juga bicara tentang pentingnya perpaduan iman dan takwa (imtak) dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). “Yang sangat menarik pidato Obama dari awal sampai akhir itu mengenai SDM,” kata Habibie usai pidato Obama di UI. “Dia juga cerita kerjasama imtak dan iptek,” lanjutnya.

Obama, menurut Habibie, menegaskan pentingnya demokrasi, pembangunan, dan agama.  Itu pula, yang dalam versi Habibie, dianggap sebagai contoh penggabungan Imtak dan Iptek. “Imtak kan agama dan budaya. Iptek itu ilmu. Pidato tadi konsentrasi pada pengembangan SDM yang harus ditingkatkan. Itu berfungsi dengan ketiga elemen itu, budaya, agama, dan iptek,” ujar Habibie.

Dalam pidatonya di Universitas Indonesia, Obama menegaskan kontribusi Amerika  atas keberhasilan manusia Indonesia. Untuk itu, dia menginginkan adanya peningkatan kerjasama ilmuwan dan peneliti Amerika dengan Indonesia,  serta kerja sama di wilayah wirausaha.

“Saya pribadi puas karena kita berhasil meningkatkan jumlah pelajar Amerika dan Indonesia yang meneruskan pendidikan di universitas yang ada pada kedua negara,” ujar Obama. (Nezar Patria, Bayu Galih : VIVAnews)

Namun kemudian pertanyaannya adalah bagaimana mungkin seorang Obama yang hanya beberapa tahun tinggal di Indonesia lebih mengenal adat-istiadat dan atau dasar-dasar kenegaraan negara ini dibandingkan orang Indonesia sendiri?

« Newer Posts

Kategori